RELEASE AUDIENSI STAF PRESIDEN RI

Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia

RELEASE AUDIENSI STAF PRESIDEN RI

  • [AUDIENSI KANTOR STAF PRESIDEN RI]

    Kamis (12/07/2018), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) Audiensi kepada Kantor Staf Presiden RI yang diterima lansung oleh Bapak Dr. Moeldoko. “Situasi Pengendalian Pembakau Indonesia Menuju Generasi Berkualitas 2030”

    Tingginya konsumsi rokok tentunya akan berdampak pada kualitas SDM dimasa yang akan datang, menyebabkan tingginya biaya kesehatan yang harus ditanggung negara dan masyarakat. •Dampak Harga Rokok Murah bersifat Sistemik:
    1. Perokok anak usia 18 tahun kebawah terus meningkat dari 7,2% (2019), menjadi 8,8% (2016), semakin jauh dari target RPJMN 2019 sebesar 5,4%. 2. Rokok menempati posisi kedua pada daftar pengeluaran rumah tangga tertinggi dikelompok masyarakat miskin perkotaan dan pedesaan.
    Masyarakat berpendapatan 40% terendah tidak bisa mencapai asupan kalori harian minimal karena belanja makanan tersedot oleh belanja rokok (BPS, 2016). 3. Bayi yang baru lahir Dirumah tangga perokok memiliki tinggi badan 0,34 CM lebih rendah dan berat badan 1,5 KG lebih rendah sehingga lebih beresiko menjadi stunting dan wasting di periode emas pertumbuhannya (PKJS UI, 2018)
    4. Lima penyebab utama kematian di Indonesia semuanya terkait tembakau: penyakit jantung iskemik, penyakit serebrovaskular, tuberkulosis, diabetes dan penyakit pernapasan kronis (IHME, 2017) •Beban penyakit terkait rokok:
    1. Menyumbang dari lebih 21% dari semua kasus penyakit kronis yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan (IHME, 2017)
    2. Pengeluaran kesehatan yang diakibatkan oleh rokok di Indonesia mencapai US 1,2 Miliar per tahun (Goodchild et al, 2017; Barber et al, 2008)
    3. Konsumsi rokok berkorelasi terbalik dengan kesinambungan pembayaran premi JKN (Nurhasana, 2018)
    4. Dana BPJS tersedot habis untuk mengobati penyakit akibat rokok, defisit terus membengkak (BPJS, 2018) dan ketersediaan serta kualitas layanan tidak kunjung baik (World Bank, 2018)

    Simpulan:
    •Konsumsi rokok harus ditekan karena memiskinkan, mengancam perbaikan kualitas generasi muda dan anak-anak, serta menimbulkan beban berat bagi anggaran pemerintah. • kenaikan cukai rokok “Go bold, Go fast”, penyederhanaan tiers dan soft-earmark penerimaan cukai untuk m

  • rina_chomasemangat selalu ya ismkmi, kalau bukan kita siapa lagi yang memperjuangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *